RajaKomen
Pandangan Kritis: Ketidakstabilan Emosional Prabowo Subianto Menurut Sutiyoso, Sangat Beda dengan Anies

Pandangan Kritis: Ketidakstabilan Emosional Prabowo Subianto Menurut Sutiyoso, Sangat Beda dengan Anies

9 Feb 2024
26x
Ditulis oleh : Writer

Masih ingatkah bagaimana Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, telah mempublikasikan analisis terbaru melalui akun media sosial X? Fokus dari telaah ini adalah pada percakapan yang terjadi di X terkait ketiga calon presiden RI: Anies, Prabowo, dan Ganjar mulai dari tanggal 3 Februari pukul 00.00 WIB hingga 4 Februari pukul 11.59 WIB. 

Disebutkan bahwa Anies dan Prabowo saling bersaing sebagai calon presiden yang paling banyak disebut dalam X, meskipun demikian Anies masih memimpin. Disebutkan, terdapat 47.613 kali penyebutan tentang Anies di platform yang dahulu dikenal sebagai Twitter ini. Sedangkan Prabowo di-mention sebanyak 44.533 kali. Dalam telaah ini, Ganjar adalah calon presiden yang paling sedikit dibicarakan di X, dengan hanya 28.491 kali penyebutan. 

Kabar baiknya, Mayoritas percakapan tentang Anies cenderung positif, mencapai 90%. Di sisi lain, mayoritas percakapan tentang Prabowo didominasi oleh sentimen negatif, yakni sebanyak 63%. 

Wakil Ketua Dewan Penasehat Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Sutiyoso, mengatakan bahwa Prabowo Subianto tampil dalam keadaan emosional selama debat calon presiden pada hari Minggu (7/1/2024), sehingga tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Menurut Sutiyoso, penampilan Prabowo di debat tersebut dinilai kurang memuaskan. 

Tentunya tak perlu diperdebatkan karena banyak mata yang menyimak debat saat itu. Selama debat berlangsung, memang banyak yang mengomentari perdebatan antara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo ke Prabowo Subianto. 

Begitulah debat, jika berkomitmen mengikuti “lomba debat”, tak ada yang namanya baper. Sisi emosional Prabowo muncul ketika debat saat itu. Walaupun pada debat terakhir emosi Prabowo tak seterpancing seperti saat debat sebelumnya, kesan yang dilihat netizen sebelumnya sudah sangat mendalam. Jejak digital pun tak bisa berbohong. Siapapun bisa kembali melihat seperti apa emosionalnya Prabowo saat berdebat di bulan Januari itu. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa definisi DEBAT adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. 

Tergantung bagaimana kepiawaian dalam menjawab pertanyaan yang diberikan, bukannya baper karena menganggap “pertanyaan terlalu personal”. Justru sebenarnya kepiawaian dalam beretorika seorang calon pemimpin negara ini bisa dinilai dari debat tersebut.  

Jika menghadapi serangan dari lawan debat di atas panggung saja tidak bisa, bagaimana bisa menghadapi tantangan yang lebih besar dari negara-negara lain? Apakah akan ditanggapi dengan emosional, memplesetkan OMON-OMON, ngomong di depan para pendukungnya dengan mengeluarkan kata “GOBLOK”, atau membuat video yang emosional? 

"Dia (Anies) selalu mempersiapkan dirinya dengan baik karena kami telah merencanakannya secara matang. Dia memiliki pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah yang dihadapi, dan dia menyampaikannya dengan cara yang substansial dan teratur, menggunakan kalimat-kalimat yang terstruktur dengan baik sehingga mudah dipahami," ungkap Sutiyoso dalam acara "Sapa Indonesia Pagi" di Kompas TV pada hari Senin (8/1/2024). 

"Sama halnya dengan 03 (Ganjar), saya kaget karena ternyata dia menguasai materi dengan baik. Ekspektasi kita yang salah semalam adalah terhadap 02 (Prabowo), kami mengira dia akan tampil dengan luar biasa, namun ternyata sebaliknya," tambah Sutiyoso lagi. 

Tak bisa dipungkiri, rekam jejak siapapun, sekali pun pemimpin sangat mudah ditemukan saat ini. Rekam jejak yang berderet tak bisa berdusta. Netizen takkan melupakan bagaimana cara Prabowo menarik jaket Menteri Bahlil dengan kasar saat Debat Cawapres Desember lalu. Melihat ini saja bisa dinilai Prabowo tak menghargai Menter Bahlil, bukan? Siapa yang mau dipimpin oleh seseorang yang berkarakter kasar? 

Jangan berlindung di balik excuse bahwa “pemimpin adalah manusia biasa”. Justru pemimpin memiliki kelebihan dibandingkan orang biasa maka dia harus memiliki kemampuan untuk memimpin dirinya sendiri, termasuk dalam mengekspresikan keadaan emosinya. Bukankah etika umum di negeri ini mengajarkan siapapun harus memiliki etika dalam bersikap, bertata krama, dan dalam mengekspresikan emosinya? 

Berita Terkait
Baca Juga:
Cara Membeli Mobil Bekas Namun Berkualitas Baik

Cara Membeli Mobil Bekas Namun Berkualitas Baik

Tips      

15 Okt 2020 | 676


Brand Toyota merupakan salah satu produsen mobil yang terbesar di dunia. Di mana perusahaan ini bertempat di Tokyo, Jepang yang didirikan pada tanggal 28 Agustus 1937. Dan pendirinya tidak ...

Benar Gak Sih Kacang Penyebab Jerawat?

Benar Gak Sih Kacang Penyebab Jerawat?

Kecantikan      

10 Feb 2022 | 472


Jerawat? Hmm.....pasti sebel ya kalo jerawat udah nemplok di kulit wajah. Problem kulit yang satu ini bikin kita gak pede, jadi minder gak karuan. Gara-gara jerawat, penampilan yang ...

Kue Khas Kalimantan yang Wajib Dicicipi

Kue Khas Kalimantan yang Wajib Dicicipi

Kuliner      

17 Jun 2020 | 1409


Bertandang ke wilayah Kalimantan akan kurang rasanya jika Anda tak pernah mencicipi makanan khas disana. Ada begitu banyak ragam kulineran tradisional, seperti ayam masak habang, soto ...

Bocah 9 Tahun Hanyut di Kali Ciliwung

Bocah 9 Tahun Hanyut di Kali Ciliwung

Nasional      

8 Maret 2020 | 1539


Pada hari Sabtu (7/3/2020), seorang bocah berinisial R dilaporkan telah tenggelam dna juga terseret arus Kali Ciliwung. Berdasarkan laporan bocah malang ini sedang asyik bermain bersama ...

Menparekraf Revisi Cuti Bersama 2020

Menparekraf Revisi Cuti Bersama 2020

Pariwisata      

9 Maret 2020 | 1043


Wishnutama Kusubandio selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama 3 menteri memutuskan untuk memberi penambahan hari libur dan cuti bersama pada tahun 2020. Keputusan ini ...

Ganjar Pranowo Himbau Masyarakat Tidak Mudik Lebaran 2020

Ganjar Pranowo Himbau Masyarakat Tidak Mudik Lebaran 2020

Nasional      

28 Maret 2020 | 1156


Penyebaran virus Covid-19 atau biasa kita sebut virus Corona sedang masif di kalangan masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Oleh karena itu, Ganjar Pranowo ...

Copyright © JempolMedia.com 2018 - All rights reserved