RF
Erick Thohir & Benny Tjokro Dalam Pusaran Korupsi Asabri 23 Triliun

Erick Thohir & Benny Tjokro Dalam Pusaran Korupsi Asabri 23 Triliun

4 Feb 2021
339x
Ditulis oleh : Writer

Korupsi Asabri yang sangat merugikan negara hingga mencapai 23 triliun ini sampai menyebut nama Erick Thohir dan Benny Tjokro.

Nama Benny Tjokrosaputro kembali disebut terseret pusaran korupsi investasi. Selain telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup dalam kasus Asuransi Jiwasraya, kali ini dia lagi-lagi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi investasi PT Asabri.

Usut punya usut, pengungkapan kasus tak lepas dari campur tangan Menteri BUMN Erick Thohir. Pada akhir tahun lalu, Erick tiba-tiba saja mendatangi Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

Dia waktu itu mendesak agar Kejaksaan Agung (Kejagung) mengambil alih perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Padahal, sebelum masuk ke kejaksaan, kasus korupsi PT Asabri tersebut telah disidik oleh kepolisian. Namun, entah bagaimana, penyidikan kasus korupsi Asabri di Polri seperti berjalan di tempat. Yang jelas pihak Kejagung merasa tak menyerobot kasus yang ditangani Polri.

Erick saat bertemu Jaksa Agung mengaku lebih mempercayai Kejagung menangani perkara tindak pidana korupsi PT Asabri itu. Apalagi penyidik Kejagung telah memiliki reputasi yang lumayan karena berhasil menangani perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Pesan Erick waktu itu sangat jelas, pejabat lama PT Asabri harus bertanggungjawab atas perkara tindak pidana korupsi tersebut. Sebab, menurutnya, akibat ulah pejabat lama di PT Asabri, pejabat saat ini harus berupaya keras memulihkan keuangan PT Asabri.

“Perkara korupsi Asabri ini pasti akan ditangani dengan baik oleh Kejaksaan,” tegasnya dilansir repelita, Selasa (22/12/2020).

Perintah Erick rupanya langsung ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Agung. Saksi-saksi diperiksa. Baik dari eks pejabat PT Asabri maupun orang-orang yang terkait dengan nama Benny Tjokrosaputro.

Belum ada dua bulan, Jaksa Agung di Komisi III telah mengungkap 7 calon tersangka. Puncaknya, tadi malam, Kejagung menetapkan 8 orang tersangka, salah satunya Benny Tjokrosaputro alias Bentjok. Benny Tjokrosaputro, setidaknya sebelum tahun 2020, memiliki reputasi yang cukup progresif di pasar modal. Piawai ‘olah’ saham, dan yang pasti punya lini bisnis yang lumayan besar.

Pemilik nama sapaan Bentjok itu tercatat terafiliasi dengan sejumlah emiten di pasar modal. Sebut saja PT Armidian Karyatama Tbk. (ARMY), PT Hanson International Tbk. (MYRX), dan PT Rimo Internasional Lestari Tbk. (RIMO). Tiga emiten yang sampai 12 Januari lalu belum menyerahkan laporan keuangan ke otoritas pasar modal alias BEI.

Namun setelah pertengahan 2020, nama Benjtok bisa dibilang mati kartu. Dia ditetapkan sebagai tersangka korupsi investasi Asuransi Jiwasraya. Bisnisnya buyar. Reputasinya makin buruk. Tak hanya itu, yang lebih mencengangkan, dia divonis seumur hidup oleh pengadilan.

Sejauh ini, vonis Bentjok dan terdakwa lain di kasus Jiwasraya yang paling tinggi dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. Apalagi jika dibandingkan dengan vonis kasus-kasus yang ditangani KPK, bagaikan bumi dan langit!

Tetapi, perjalanan Bentjok dengan kasus hukum tak selesai di situ. Belum selesai kasus Jiwasraya, cucu pendiri Batik Keris itu lagi-lagi ditetapkan sebagai tersangka. Kali ini kasus korupsi investasi Asabri. Tak tanggung-tanggung, estimasi kerugian negara dari kasus tersebut nilainya mencapai Rp23,7 triliun. Sangat fantastis dan jauh lebih besar daripada skandal Bank Century.

“Menetapkan delapan orang tersangka kasus tindak pidana korupsi PT Asabri (Persero) dan langsung ditahan di rumah tahanan,” demikian pernyataan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Selasa (1/2/2021).

Delapan tersangka itu adalah Benny Tjokrosaputro Dirut PT Hanson International Tbk, Heru Hidayat-Komisaris PT Trada Alam Minera, mantan Direktur Utama PT Asabri (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri, mantan Direktur Utama PT Asabri (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Kemudian tersangka lainnya adalah Presiden Direktur PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Ilham W Siregar Kepala Divisi Investasi PT Asabri, eks Direktur Keuangan PT Asabri berinisial BE dan Direktur Asabri berinisial HS

Kalau dirunut dari penetapan berlangsung, sebenarnya penetapan Bentjok dan 7 orang lainnya sebagai tersangka tak terlalu mengagetkan. Apalagi, beberapa pekan sebelum penetapan, pihak Kejagung juga sudah memberi sinyal soal dugaan keterlibatan Bentjok dalam ‘Mega Skandal’ korupsi tersebut. Kasus ini melengkapi lika-liku perjalanan kasus hukum yang menimpa pengusaha asal Solo itu.

Sebagai gambaran, persinggungan Benny Tjokro dengan Kejagung sejatinya sudah lama terjadi. Tak hanya terkait dengan 2 peristiwa korupsi tersebut. Jauh-jauh hari sebelum kasus Jiwasraya dan Asabri terungkap. Pada 2016 – 2017 lalu, Kejagung juga telah menyidik perkara korupsi investasi Dana Pensiun Pertamina.

Salah satu investasi yang dipersoalkan, lagi-lagi terkait pembelian saham MYRX. Nilai investasi pada waktu itu lumayan besar, mencapai Rp1,3 triliun. Tetapi dalam perkara ini Bentjok masih aman. Hampir tak tersentuh. Baru pada tahun 2020 – 2021, namanya terseret dalam dua skandal yang menurut politisi Demokrat, Benny K Harman, terbesar pada abad ini.

Berita Terkait
Baca Juga:
Roti Tisu Toilet Terjual Habis di Jerman, Seperti Apa Bentuknya?

Roti Tisu Toilet Terjual Habis di Jerman, Seperti Apa Bentuknya?

Kuliner      

29 Maret 2020 | 920


Virus Corona tidak selalu memberikan dampak buruk bagi masyarakat di dunia melainkan dapat menjadi inspirasi kuliner untuk seorang koki yang berasal dari Jerman bernama Tim Kortuem. Ia ...

Rian Ernest  (PSI) Menyebarkan Berita Bohong, Dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Taufiqurrahman (Demokrat)

Rian Ernest (PSI) Menyebarkan Berita Bohong, Dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Taufiqurrahman (Demokrat)

Politik      

24 Agu 2019 | 771


Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta Taufiqurrahman resmi melaporkan Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest ke Polda Metro Jaya pada ...

Inilah 5 Cara Hindari Diri dari COVID-19

Inilah 5 Cara Hindari Diri dari COVID-19

Kesehatan      

15 Maret 2020 | 571


Penyebaran virus Corona sangat meresahkan masyarakat saat ini. Pola hidup yang bersih dan sehat menjadi salah satu cara untuk menjaga tubuh agar tidak terserang virus tersebut. Selain ...

Rempah Bahan Baku Jamu Mulai Naik Daun

Rempah Bahan Baku Jamu Mulai Naik Daun

Kuliner      

14 Maret 2020 | 651


Sejak merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, hal itu menggugah masyarakat untuk mencari tahu informasi terkait upaya pencegahan agar tubh tidak terkena virus Corona tersebut. Salah satu ...

Masoem University Pilihan Terbaik Kuliah Kelas Karyawan di Bandung dan Sumedang

Masoem University Pilihan Terbaik Kuliah Kelas Karyawan di Bandung dan Sumedang

Tips      

19 Okt 2021 | 210


Saat seseorang bekerja di suatu tempat tentu memiliki cita-cita untuk sebuah jabatan atau posisi yang tinggi.  agar menduduki jabatan tinggi tentunya diperlukan skill dan latar ...

Keajaiban Dunia yang bisa Anda Lihat di Boyolali Ngga usah Keluar Negeri

Keajaiban Dunia yang bisa Anda Lihat di Boyolali Ngga usah Keluar Negeri

Pariwisata      

6 Nov 2018 | 1060


JempolMedia.com - Kota Boyolali merupakan salah satu Kota yang berada di wilayah Jawa Tengah dan merupakan Kota kecil yang belum banyak dikenal orang. Nama kota Boyolali menjadi terkenal ...

Copyright © JempolMedia.com 2018 - All rights reserved