RajaKomen
Mengetahui Siapa yang Harus Bertanggung Jawab Atas Kerusakan Proses Demokrasi di Indonesia saat ini

Mengetahui Siapa yang Harus Bertanggung Jawab Atas Kerusakan Proses Demokrasi di Indonesia saat ini

12 Feb 2024
24x
Ditulis oleh : Writer

Reformasi dalam konteks demokrasi merujuk pada serangkaian upaya atau perubahan yang dilakukan untuk meningkatkan atau memperbaiki sistem demokrasi suatu negara. Reformasi demokrasi dapat mencakup berbagai aspek, termasuk lembaga-lembaga pemerintahan, proses pemilihan, hak asasi manusia, kebebasan pers, serta keterlibatan dan partisipasi masyarakat sipil. 

Tujuan dari reformasi dapat bervariasi tergantung pada konteksnya, tetapi umumnya mencakup beberapa hal berikut: 

  1. Meningkatkan tata kelola yang baik: reformasi bertujuan untuk memperbaiki tata kelola dalam pemerintahan, organisasi, atau institusi agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel. 
  2. Meningkatkan keadilan dan kesetaraan: reformasi dapat ditujukan untuk mengatasi ketidakadilan sosial, ekonomi, atau politik dalam suatu masyarakat, sehingga semua warga dapat merasakan manfaat dari perubahan tersebut. 
  3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi: reformasi ekonomi bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan. 
  4. Memperbaiki sistem hukum dan keamanan: reformasi hukum bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap keadilan, memperkuat aturan hukum, dan memastikan perlindungan hak asasi manusia. 
  5. Memperbaiki layanan publik: reformasi dalam sektor layanan publik bertujuan untuk meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan efisiensi layanan seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi. 

Di samping itu, misi dari reformasi adalah untuk melaksanakan langkah-langkah konkrit yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Ini mungkin melibatkan pembentukan kebijakan baru, restrukturisasi lembaga, perubahan undang-undang, pelaksanaan program-program pendidikan dan pelatihan, dan upaya-upaya lain untuk mengubah praktik-praktik yang sudah ada yang dinilai tidak efektif atau tidak adil. Misinya adalah untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan dan positif dalam sistem atau lembaga yang direformasi. 

Mari kita lihat tujuan reformasi dalam konteks demokrasi, yaitu adalah untuk memperkuat dan memperbaiki fungsi-fungsi inti demokrasi, seperti representasi yang adil, perlindungan hak-hak individu, akuntabilitas pemerintah, dan partisipasi aktif warga negara. Reformasi ini sering kali muncul sebagai respons terhadap kekurangan atau kelemahan yang teridentifikasi dalam sistem demokrasi yang ada. 

Beberapa bentuk reformasi dalam konteks demokrasi yang umum dilakukan meliputi: 

  1. Reformasi Institusional: melibatkan perubahan atau perbaikan pada lembaga-lembaga pemerintahan, termasuk parlemen, eksekutif, dan yudikatif, untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. 
  2. Reformasi Pemilihan: melibatkan perubahan dalam proses pemilihan, aturan kampanye, dan pemetaan distrik untuk memastikan representasi yang lebih adil dan mencegah potensi manipulasi pemilihan. 
  3. Reformasi Hak Asasi Manusia: memperkuat perlindungan hak asasi manusia, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan berserikat, hak privasi, dan hak-hak lainnya. 
  4. Reformasi Partai Politik: menyusun regulasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas partai politik, serta mendorong partisipasi politik yang lebih inklusif. 
  5. Reformasi Media: memastikan kebebasan pers, memerangi disinformasi, dan meningkatkan kualitas liputan media untuk mendukung proses demokrasi. 
  6. Reformasi Pendidikan Politik: meningkatkan pemahaman masyarakat tentang demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, serta melibatkan warga dalam proses pengambilan keputusan. 

Telah 25 tahun mengupayakan reformasi, mari kita telisik, apakah akhir-akhir ini, semua hal di atas terlaksana dengan baik? Tentunya masih lekat dalam ingatan bagaimana proses munculnya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo dengan menunggangi MK secara nepotisme. 

Pasti masih ingat bagaimana praktik cawe-cawe Jokowi mendukung Gibran, juga  bagaimana langkah-langkah oknum yang berbaju pegawai pemerintah mencoba menyalip kampanye para paslon lainnya. Di sejumlah tempat, kampanye 01 dan 03 dijegal – sejumlah izin dibatalkan secara sepihak. Coba baca berita baru-baru ini tentang Aiman si reporter andal yang berusaha dipidanakan oleh sosok yang berkuasa, hal ini membuktikan kebebasan pers belum terlaksana dengan baik.  

Reformasi demokrasi adalah proses yang berkelanjutan, dan kebijakan-kebijakan yang diimplementasikan dapat bervariasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap negara. Tujuannya adalah memastikan bahwa sistem demokrasi dapat berfungsi dengan baik, memberikan keadilan, dan mewakili kepentingan seluruh warga negara. Jika banyak kekacauan dalam proses berdemokrasi yang terjadi akhir-akhir ini maka jelaslah siapa penanggung jawabnya, kalau bukan Jokowi! 

Baca Juga:
Tolak Perda Syariah, Grace Natalie Dilaporkan ke Polisi

Tolak Perda Syariah, Grace Natalie Dilaporkan ke Polisi

Politik      

16 Nov 2018 | 1062


JempolMedia - Pernyataan Ketua Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) Grace Natalie terkait penolakan partainya atas adanya Perda Syariah membuat banyak pihak bereaksi. Bahkan Grace Natalie ...

Ternyata Bukan Dovizioso, Rossi atau Vinales Pesaing Marquez Musim Ini

Ternyata Bukan Dovizioso, Rossi atau Vinales Pesaing Marquez Musim Ini

Entertainment      

19 Jun 2020 | 846


Setelah di umumkannya 2 seri perdana MotoGP yang akan diselenggarakan di Jerez Spanyol pada bulan Juli ini, banyak sekali para penggemar MotoGP yang antusias dan menyambut baik berita ini. ...

Kasus Korupsi Kelas Kakap Dan Terbakarnya Gedung Kejaksaan, Apakah Berkaitan?

Kasus Korupsi Kelas Kakap Dan Terbakarnya Gedung Kejaksaan, Apakah Berkaitan?

Nasional      

24 Agu 2020 | 1406


Peristiwa kebakaran di gedung kejaksaan yang terjadi pada hari sabtu 22 Agustus 2020 sungguh mengejutkan semua orang, karena di dalam gedung tersebut pastinya  tersimpan berkas-berkas ...

tonton taufik rachman

Dosen Digital Sebut Pemilu 2024 Hadirkan Perang Opini di Media Sosial

Nasional      

19 Jan 2024 | 27


Dosen digital marketing Universitas Ma’soem Dr. Tonton Taufik Rachman menilai Pemilu 2024 kali ini kerap menghadirkan perang di media sosial. Adapun hal ini tentunya ...

Waspada! 7 Tanda-Tanda Anda Salah Kosmetik Ini Jangan Diabaikan

Waspada! 7 Tanda-Tanda Anda Salah Kosmetik Ini Jangan Diabaikan

Kecantikan      

19 Mei 2020 | 951


Salah kosmetik tak selalu membuat kulit serta merta radang dan memerah. Tak jarang, wanita menjadi  ‘korban iklan’dimana memilih produk kosmetik layaknya tren busana  ...

Jangan Tunda Turunkan Berat Badan jika Merasa sudah Kelebihan, Penyakit Berat Akibatnya..

Jangan Tunda Turunkan Berat Badan jika Merasa sudah Kelebihan, Penyakit Berat Akibatnya..

Kesehatan      

3 Des 2018 | 1140


JempolMedia.com - Banyak orang yang menginginkan tubuh yang ideal, sehat dan menarik. Namun Pola hidup dan gaya hidup saat ini dengan semakin banyaknya makanan siap saji dan sangat menarik ...

Copyright © JempolMedia.com 2018 - All rights reserved