hijab
KAMI Baru Saja Dibentuk, Tapi Sudah Ada Ancaman Dari Staf Kepresidenan Moeldoko

KAMI Baru Saja Dibentuk, Tapi Sudah Ada Ancaman Dari Staf Kepresidenan Moeldoko

3 Okt 2020
123x
Ditulis oleh : Writer

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta perhatian KAMI agar tidak mengganggu stabilitas politik. “Kalau arahnya memaksakan kepentingan, akan ada perhitungan” pernyataan Moeldoko yang dikutip dari CNN Indonesia tersebut memang sedikit mengancam terhadap organisasi KAMI.

Merasa punya kekuasaan pernyataan moeldoko tersebut sungguh tidak pantas keluar dari Kepala Staf Kepresidenan. Karena bisa  mencederai kebebasan berkumpul dan berpendapat di negara demokrasi seperti Indonesia ini.

Padahal organisasi KAMI baru saja dibentuk, tetapi seakan sudah membuat pemerintah saat ini seperti kalang kabut. Baru urusan deklarasi saja sudah membuat pemerintah saat ini takut, buktinya adanya pernyataan dari Moeldoko yang sedikit bernada ancaman tadi.

Seperti di acara kemarin di Surabaya deklarasi KAMI malah dibubarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab serta adanya demo bayaran diluar gedung. Tanpa menghiraukan adanya virus covid-19, demo itu pun dapat terlaksana dengan tanpa adanya larangan sedikitpun.

Moeldoko mungkin sedang lupa ingatan, sebenarnya yang sedang membuat gaduh adalah aturan dan kebijakan pemerintahannya sendiri. Contohnya seperti Omnibus Law yang membuat geram para buruh seluruh Indonesia, yang berakibat akan adanya mogok nasional.

Serta adanya usulan RUU HIP yang masuk lewat PDIP serta BPIP pun ikut serta merancang RUU HIP tersebut. Dengan kedua rencana pemerintah itu saja sudah sangat membuat gaduh karena sangat berbau orde lama bahkan komunise yang seakan tumbuh lagi dimasa pemerintahan saat ini.

KAMI hadir karena ulah pemerintah yang sangat tidak mementingkan nasib rakyatnya. Soal hutang luar negeri yang sudah paling tinggi diantara masa pemerintahan yang lain. Juga ada investasi yang lebih memanjakan pihak asing, kerja sama dengan RRC yang menghawatirkan, dan juga penanganan Covid-19 yang acak-acakan.

Moeldoko seharusnya berterima kasih kepada KAMI atau seharusnya bergabung kedalam organisasi tersebut, bukan malah mengancam yang seakan jabatan yang dimilikinya akan kekal selamanya. Pemerintah saat ini memang seperti orang yang kurang konsisten. Contohnya saja seperti tidak bolehnya berkumpul orang-orang karena ini masa pandemi, tetapi anehnya Pilkada tetap lanjut.

Mungkin moeldoko juga harus sadar bahwa yang membuat gangguan ketidakstabilan ekonomi, pendidikan dan kesehatan itu bukanlah organisasi seperti KAMI atau bahkan rakyat. Moeldoko seharusnya bisa berkaca sebelum melontarkan pernyataan tersebut, karena selama ini yang membuat gaduh adalah pemerintah sendiri.

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Cara Mudah Tingkatkan Penjualan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) dengan Website dan Toko Online

Cara Mudah Tingkatkan Penjualan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) dengan Website dan Toko Online

Gadget      

20 Nov 2018 | 786


JempolMedia - Persaingan di dunia kerja yang semakin ketat ditambah dengan semakin sempitnya lapangan kerja di Indonesia, membuat banyak orang beralih ke usaha mandiri untuk tetap ...

Sewa Elf Lebih Efisien untuk Berbagai Macam Kebutuhan

Sewa Elf Lebih Efisien untuk Berbagai Macam Kebutuhan

Pariwisata      

22 Sep 2019 | 527


Moda transportasi saat ini semaking berkembang seiring dengan perkembangan zaman yang serba berteknologi canggih. Dan salah satu moda transpotasi tersebut adalah mobil elf yang kini banyak ...

Toko Online Hijab Terbaik dan Terlengkap dengan Harga Terjangkau

Toko Online Hijab Terbaik dan Terlengkap dengan Harga Terjangkau

Gaya Hidup      

16 Maret 2019 | 551


JempolMedia.com - Trend berbusana muslim saat ini menjadi banyak pilihan para wanita muslimah. Banyak alasan mengapa mereka yang dulunya berpenampilan terbuka sekarang memilih berbalut ...

Layanan Terbaik Sewa Mobil Saat Ini

Layanan Terbaik Sewa Mobil Saat Ini

Gaya Hidup      

4 Jan 2019 | 518


JempolMedia.com - Memilih layanan sewa mobil untuk perjalanan anda merupakan solusi efektif yang banyak digunakan. Sebelum menggunakan layanan ini, ada baiknya anda ketahui jenis layanan ...

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Tips      

1 Okt 2020 | 72


Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...

Bubur Gudeg Yogyakarta

Bubur Gudeg Yogyakarta

Kuliner      

10 Sep 2019 | 463


Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki makanan yang menjadi ciri khas sekaligus ikonnya yaitu gudeg. Makanan yang banyak ditemukan di sudut kota pelajar ini dapat dijumpai kapan saja baik ...

Copyright © JempolMedia.com 2018 - All rights reserved