rajaview
Kasus Korupsi Kelas Kakap Dan Terbakarnya Gedung Kejaksaan, Apakah Berkaitan?

Kasus Korupsi Kelas Kakap Dan Terbakarnya Gedung Kejaksaan, Apakah Berkaitan?

24 Agu 2020
97x
Ditulis oleh : Writer

Peristiwa kebakaran di gedung kejaksaan yang terjadi pada hari sabtu 22 Agustus 2020 sungguh mengejutkan semua orang, karena di dalam gedung tersebut pastinya  tersimpan berkas-berkas penting tentang berbagai kasus. Apalagi api baru bisa di padamkan pada hari Minggu paginya, yang pasti banyak orang berfikir sudah tidak ada lagi dokumen yang terselamatkan karena sudah terlalap api.

Rakyat pun bertanya-tanya ini gedung benar terbakar atau sengaja di bakar oleh oknum tertentu yang sengaja ingin melenyapkan bukti kasus kelas kakap. Karena di dalam gedung tersebut tersimpan banyak berkas kasus, terutama kasus korupsi.

Seperti terkesan terburu-buru Mahfud MD  sudah memberikan keterangan bahwa berkas-berkas kasus korupsi masih aman, sedangkan pihak berwajib saja belum memberikan keterangan apapun. Mahfud bahkan sudah mengklaim bahwa sudah berbicara langsung dengan Jaksa Agung Burhanuddin dan Jampidum Fadhil Zumhana.

Keterangan Mahfud tersebut memang terkesan meyakinkan, tetapi menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya yaitu Yusri Yunus mengatakan bahwa titik api ada di gedung utama. Artinya semua berkas tidak selamat atau tidak aman seperti keterangan Mahfud MD sebelumnya.

Terlepas dari keduanya Media Tempo  juga menuliskan berita dengan judul ‘Habis Terbakar Tinggal Perkara’. Yang isinya menjelaskan adanya hubungan terbakarnya gedung Kejaksaan Agung dengan Kasus Suap Djoko Tjandra.

Media Tempo juga menulis tentang jaksa Pinangki yang mengajukan proposal pembebasan Tjoko Tjandra seharga 100 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp 15 triliun.

Jika memang benar peristiwa tersebut ada kaitannya dengan adanya kasus suap Djoko Tjandra, maka ini menggambarkan bahwa hukum di Indonesia memang sedang amburadul. Di mata para elit itu, hukum benar-benar menjadi komoditas yang gurih untuk diperdagangkan.

Semua ini terjadi tidak lepas dari peran Presiden yang telah gagal menjaga tatanan hukum di Indonesia, karena Presiden saat ini yaitu Jokowi tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin negara besar seperti Indonesia.

Karena jika pemimpinnya lemah maka hukum akan secara gampang bisa di acak-acak bahkan diputarbalikkan, yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa jadi benar. Semuanya seakan bisa diatur asalkan ada uang untuk membeli hukum tersebut.

Baca Juga:
Wishnutama : Sewa BTS untuk Promosi Wisata, Saya Tidak Mampu

Wishnutama : Sewa BTS untuk Promosi Wisata, Saya Tidak Mampu

Pariwisata      

26 Feb 2020 | 342


Wabah virus Corona sangatlah berpengaruh besar terhadap pariwisata di Indonesia. Turunnya minat wisatawan luar untuk datang ke Indonesia menjadi perhatian lebih bagi Wishnutama, Menteri ...

Virus Corona Menyebabkan Private Jet Kebanjiran Penumpang

Virus Corona Menyebabkan Private Jet Kebanjiran Penumpang

Pariwisata      

7 Maret 2020 | 287


Virus Corona telah mengakhawatirkan banyak masyarakat di dunia. Oleh karenanya, banyak rencana penerbangan dibatalkan akibat khawatir terkena dampak virus tersebut. Namun, siapa sangka ...

PKS Tetap Anggap Gerindra Kawan

PKS Tetap Anggap Gerindra Kawan

Politik      

24 Feb 2020 | 261


Seperti yang kita semua ketahui bahwa hubungan pertemanan PKS dan Gerindra sangat akrab terutama pada saat PEMILU Capres Cawapres 2019 kemarin. Pasalnya, kedua partai ini bekerjasama untuk ...

Tips Perawatan Kulit dengan Flek Hitam

Tips Perawatan Kulit dengan Flek Hitam

Kecantikan      

18 Sep 2019 | 272


Munculnya bintik hitam di wajah ini punya banyak sekali faktor dan tidak serta merta dari aspek luar. Meski demikian, hal ini bisa dikurangi atau dihilangkan dengan berbagai cara, dan kulit ...

Mitos Serta Fakta Mengenai Guru Olahraga Semasa Sekolah

Mitos Serta Fakta Mengenai Guru Olahraga Semasa Sekolah

Gaya Hidup      

28 Agu 2020 | 50


Semasa sekolah, ada banyak hal yang tidak terlupakan dan berkesan. Salah satunya adalah soal guru mata pelajaran olahraga. Ada banyak rumor di sekeliling mereka. Mulai dari hal-hal yang ...

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Tips      

1 Okt 2020 | 23


Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...

Copyright © JempolMedia.com 2018 - All rights reserved