

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe terus berinovasi dalam menangani permasalahan sampah plastik yang semakin meningkat. Salah satu terobosan terbaru yang diluncurkan pada tahun ini adalah Program Bank Sampah Digital, sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi yang memungkinkan masyarakat menabung sampah layaknya menabung uang di bank.
Konsep Bank Sampah Digital memungkinkan warga untuk mengumpulkan dan menyetorkan sampah plastik ke bank sampah terdekat yang telah terdaftar di sistem. Setiap jenis sampah yang disetorkan akan ditimbang, dicatat secara digital, dan dikonversi menjadi saldo dalam bentuk poin atau nilai rupiah yang dapat ditarik atau ditukar dengan kebutuhan rumah tangga, pulsa, hingga pembayaran iuran tertentu.
Melalui aplikasi yang dikembangkan bekerja sama dengan startup lokal, masyarakat dapat memantau jumlah sampah yang telah mereka setorkan, total tabungan yang terkumpul, serta jadwal pengambilan oleh petugas. Fitur peta lokasi juga membantu pengguna menemukan bank sampah terdekat dengan mudah.
Program Bank Sampah Digital ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga menggandeng sekolah, komunitas lingkungan, serta pelaku usaha. DLH berencana menempatkan lebih dari 50 titik bank sampah aktif di seluruh kecamatan di Lhokseumawe. Setiap titik akan dilengkapi dengan sistem digitalisasi transaksi dan pelatihan pengelolaan sampah bagi pengelolanya.
Salah satu relawan dari Komunitas Hijau Lhokseumawe, Nurul Aini, menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini. “Selama ini banyak warga yang ingin memilah sampah tapi tidak tahu harus disalurkan ke mana. Dengan adanya sistem digital seperti ini, semuanya menjadi lebih mudah dan terarah,” ujarnya.
Selain itu, DLH juga menyiapkan program edukasi lingkungan ke sekolah-sekolah agar generasi muda terbiasa memilah sampah sejak dini. Edukasi ini mencakup cara membedakan sampah organik dan anorganik, proses daur ulang, serta manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah berkelanjutan.
Data DLH mencatat, Kota Lhokseumawe menghasilkan rata-rata 70 ton sampah per hari, di mana sekitar 40 persennya merupakan sampah plastik sekali pakai. Melalui implementasi program Bank Sampah Digital, diharapkan angka tersebut dapat berkurang secara signifikan dalam lima tahun ke depan.
Program ini juga sejalan dengan visi “Lhokseumawe Hijau dan Bersih 2030”, yang menjadi target jangka panjang pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang sehat, berkelanjutan, dan berdaya ekonomi.
Sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah plastik, DLH juga akan memperkuat regulasi terhadap penggunaan kantong plastik sekali pakai di pasar dan pusat perbelanjaan. Pemerintah mendorong pelaku usaha untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan dan memanfaatkan sistem insentif bagi mereka yang aktif dalam kegiatan daur ulang.
Kehadiran Bank Sampah Digital menjadi langkah penting menuju sistem pengelolaan sampah modern di Lhokseumawe. Dengan dukungan masyarakat, komunitas, dan sektor swasta, DLH optimistis dapat menciptakan budaya baru dalam pengelolaan sampah bukan lagi sekadar membuang, tetapi mengelola dan memanfaatkan.
Dengan inovasi ini, dlhhokseumawe.id berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penerapan teknologi untuk pelestarian lingkungan. Sampah bukan lagi masalah, melainkan peluang menuju masa depan Lhokseumawe yang bersih, hijau, dan berdaya.
Mengatasi Tantangan Sosial Melalui Organisasi Sosial Kampus
26 Sep 2023 | 1257
Kampus bukan hanya tempat untuk mengejar ilmu pengetahuan, tetapi juga lingkungan yang ideal untuk memahami, mengatasi, dan merespons tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Salah satu ...
Kuliah Prodi Sistem Informasi Sekitar Rp5.500.000 per Semester di Universitas Ma’soem
23 Des 2025 | 347
Di era digital dan transformasi teknologi yang semakin cepat, jurusan Sistem Informasi menjadi pilihan strategis bagi kamu yang ingin terjun di dunia IT, bisnis digital, atau startup. ...
Penerapan Strategi Bisnis Digital Terbaru sebagai Fondasi Keberlanjutan Ecommerce
16 Jan 2026 | 352
rapan strategi bisnis digital terbaru memandang keberlanjutan sebagai hasil dari integrasi antara teknologi, proses, dan hubungan dengan konsumen. Ketika ketiga elemen ini dikelola secara ...
Fenomena Viral dan Kehidupan Sosial Anies Baswedan
31 Jan 2026 | 326
Anies Baswedan tidak hanya dikenal sebagai tokoh politik dan mantan Gubernur DKI Jakarta, tetapi juga sebagai figur publik yang kerap menjadi sorotan dalam kehidupan sosial dan ruang ...
Cara Membuat Anak Lebih Termotivasi dalam Belajar Matematika
1 Maret 2025 | 422
Matematika sering kali dianggap sebagai pelajaran yang sulit oleh banyak anak. Namun, ada berbagai cara yang bisa dilakukan orang tua dan pengajar untuk meningkatkan motivasi belajar ...
Solusi Engagement Otentik untuk Pemasaran Digital Berkelanjutan di Tahun 2026
24 Des 2025 | 374
Tahun 2026 menandai fase baru dalam pemasaran digital, di mana engagement tidak lagi dinilai dari kuantitas semata, tetapi dari keotentikan interaksi yang tercipta. Brand dituntut untuk ...